SAIBETIK- Kebangkitan tambak eks Dipasena kian menunjukkan hasil konkret. PT Sakti Biru Indonesia (SBI) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar panen udang Program Kemitraan Nasional di Desa Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Selasa (10/2/2026). Panen udang ini menjadi simbol keberhasilan revitalisasi Dipasena yang kini kembali bergerak sebagai sentra budidaya udang nasional.
Kolaborasi Strategis Percepat Revitalisasi Dipasena
Panen udang Program Kemitraan Nasional tersebut menegaskan bahwa revitalisasi Dipasena tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi telah memasuki tahap implementasi yang terukur. Sinergi antara PT Sakti Biru Indonesia, pemerintah pusat melalui Bappenas, dan dukungan pembiayaan BRI dinilai mampu menghidupkan kembali produktivitas tambak rakyat.
Direktur PT Sakti Biru Indonesia, Suseno Reffandi, menyampaikan bahwa panen udang ini merupakan tonggak penting dalam proses revitalisasi Dipasena secara berkelanjutan.
“Panen hari ini bukan sekadar hasil produksi, tetapi simbol kebangkitan Dipasena. Revitalisasi Dipasena kami jalankan dengan sistem budidaya modern, terukur, dan berkelanjutan, dengan petambak sebagai mitra utama,” ujar Suseno.
Menurutnya, model kemitraan yang diterapkan PT Sakti Biru Indonesia menempatkan petambak sebagai bagian inti dari rantai produksi. Selain penyediaan teknologi budidaya, perusahaan juga memberikan pendampingan manajemen tambak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga akses pembiayaan dan pasar.
Masuk Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029
Dukungan pemerintah pusat terhadap revitalisasi Dipasena semakin kuat setelah program ini masuk dalam prioritas nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam sambutan daringnya menegaskan bahwa revitalisasi Dipasena merupakan bagian dari strategi besar penguatan sektor perikanan budidaya.
“Revitalisasi Dipasena menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produksi dan ekspor udang nasional serta mendorong pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, model kemitraan nasional seperti yang diterapkan di Dipasena selaras dengan agenda penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kelautan.
Dukungan Pembiayaan Perkuat Produktivitas Petambak
Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas, Mohamad Rahmat Mulianda, yang hadir langsung dalam panen udang tersebut, turut mengapresiasi peran BRI dalam membuka akses pembiayaan produktif bagi petambak.
“Sinergi antara BRI dan PT Sakti Biru Indonesia memungkinkan petambak memperoleh dukungan permodalan yang sebelumnya sulit dijangkau. Ini memperkuat revitalisasi Dipasena dari sisi keberlanjutan usaha,” jelasnya.
Akses pembiayaan yang lebih inklusif dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan kesejahteraan petambak. Dengan pendekatan terintegrasi, revitalisasi Dipasena tidak hanya meningkatkan hasil panen udang, tetapi juga membangun sistem usaha yang lebih profesional.
Dipasena Menuju Sentra Udang Modern
Tema kegiatan, “Menjalin Sinergi untuk Membangun Kembali Bumi Dipasena: Jalan Kolaborasi Menuju Revitalisasi Tambak”, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. PT Sakti Biru Indonesia menilai revitalisasi Dipasena akan terus diperkuat melalui inovasi teknologi, tata kelola transparan, dan penguatan kemitraan nasional.
Dengan panen udang yang menunjukkan tren positif, Dipasena diproyeksikan kembali menjadi salah satu lumbung udang unggulan Indonesia, sekaligus mempertegas keberhasilan revitalisasi Dipasena sebagai model kolaborasi nasional di sektor perikanan budidaya.***








