SAIBETIK- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Baitul Hikmah sukses menggelar kegiatan Capping Day pada 21 Januari 2026. Kegiatan sakral ini menjadi penanda penting bagi mahasiswa dan mahasiswi keperawatan sebagai awal perjalanan panjang menuju profesi tenaga kesehatan yang profesional, humanis, dan berintegritas. Acara tersebut berlangsung khidmat dan emosional dengan kehadiran para orang tua mahasiswa.
Capping Day sebagai Momentum Bersejarah Mahasiswa
Capping Day STIKes Baitul Hikmah menjadi momen simbolik saat mahasiswa menerima atribut keperawatan sebagai tanda kesiapan moral dan profesional dalam menjalani pendidikan praktik keperawatan. Momen ini tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar sebagai calon tenaga kesehatan di masa depan.
Ketua Yayasan STIKes Baitul Hikmah, dr. Muhammad Sirojudin, Sp.OG, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Capping Day merupakan tonggak bersejarah bagi mahasiswa dalam menanamkan nilai pengabdian dan dedikasi terhadap profesi keperawatan.
“Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa dan mahasiswi STIKes Baitul Hikmah karena mereka secara resmi menerima atribut keperawatan sebagai simbol komitmen dalam merawat pasien,” ujar Sirojudin.
Ia menambahkan bahwa momentum ini juga menjadi tanggung jawab moral yang harus dipegang teguh mahasiswa saat kelak terjun ke dunia pelayanan kesehatan.
“Harapannya kegiatan ini menjadi bekal moral dan mental yang kuat sebelum mereka menjalani praktik di lapangan,” katanya.
Menanamkan Semangat dan Tanggung Jawab Profesi
Ketua STIKes Baitul Hikmah, Sri Suharti, S.Kep., Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa Capping Day memiliki makna strategis dalam meningkatkan semangat dan pemahaman mahasiswa terhadap tugas pokok dan fungsi perawat.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa profesi keperawatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian kepada masyarakat.
“Capping Day ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat, sekaligus pemahaman mendalam tentang peran perawat di tengah masyarakat,” ujar Sri Suharti.
Ia berharap kegiatan ini mampu memotivasi mahasiswa untuk melangkah menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik, berkualitas, dan beretika.
Dorong Komitmen Moral dan Etika Mahasiswa
Sementara itu, Ketua Pelaksana Capping Day, Sarinah Sri Wulan, S.Kep., Ns., M.Kep, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong mahasiswa baru mengambil janji moral terkait profesi dan tanggung jawab mereka sebagai tenaga kesehatan.
“Capping Day dilaksanakan agar mahasiswa memiliki kesiapan sejak dini, baik secara mental maupun moral, dalam menjalani peran sebagai tenaga kesehatan,” ungkap Sarinah.
Ia berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa STIKes Baitul Hikmah dapat tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang profesional, beretika, humanis, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Transisi Menuju Praktik Klinis
Pandangan serupa disampaikan oleh dosen STIKes Baitul Hikmah, M. Khalid Fredy Saputra, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB. Ia menegaskan bahwa tujuan utama Capping Day adalah pengambilan sumpah atau janji mahasiswa terkait etika dan profesi tenaga kesehatan.
Menurutnya, Capping Day merupakan seremonial sakral dalam pendidikan keperawatan yang menandai transisi mahasiswa dari tahap akademik menuju praktik klinis.
“Kegiatan ini membentuk komitmen moral, menanamkan etika profesi, serta mempersiapkan mahasiswa secara mental dan spiritual untuk memberikan pelayanan keperawatan yang profesional dan humanis,” ujar Fredy saat diwawancarai awak media.
Dengan terselenggaranya Capping Day ini, STIKes Baitul Hikmah menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.***










