SAIBETIK- Polsek Pringsewu Kota, Polres Pringsewu, berhasil membongkar kasus penipuan jual beli sepeda motor yang dilakukan melalui media sosial Facebook. Seorang pria berinisial ZK (31), warga Kabupaten Pesisir Barat, ditangkap setelah membawa kabur motor milik korban dengan modus berpura-pura hendak mengecek kendaraan ke bengkel.
Kasus penipuan jual beli motor via medsos ini menambah daftar kejahatan berbasis transaksi daring yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Pringsewu.
Pelaku Ditangkap di Rumah Kos
Pelaku diamankan di sebuah rumah kos di wilayah Kuncup, Kelurahan Pringsewu Barat, pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti laporan korban yang mengaku sepeda motornya dibawa kabur oleh pelaku usai transaksi melalui media sosial.
Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban bernama Yunianto (45), warga Kecamatan Sukoharjo.
Modus Berawal dari Iklan di Facebook
Menurut AKP Ramon, korban sebelumnya mengunggah iklan penjualan sepeda motor jenis TVS dengan nomor polisi BE 8747 FM melalui Facebook. Tidak lama kemudian, pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp dan menyatakan minat untuk membeli motor tersebut.
“Kemudian pelaku menghubungi korban dan disepakati harga sebesar Rp 3,5 juta. Saat bertemu, pelaku meminjam sepeda motor dengan alasan akan mengecek ke bengkel, namun motor tersebut tidak pernah dikembalikan,” ujar AKP Ramon, Selasa (20/1/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di sebuah warung yang berada di Gang Panda, Kelurahan Pringsewu Utara.
Motor Dijual Murah, Uang Dipakai Bayar Utang
Setelah ditunggu cukup lama dan pelaku tidak kunjung kembali, korban menyadari telah menjadi korban penipuan jual beli motor via medsos. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,7 juta dan langsung melaporkannya ke Polsek Pringsewu Kota.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui sepeda motor korban telah dijual secara tunai atau COD kepada orang lain dengan harga Rp 1,1 juta.
“Uang hasil penjualan motor tersebut digunakan pelaku untuk membayar utang dan kebutuhan sehari-hari,” jelas AKP Ramon.
Saat pelaku diamankan, polisi masih menemukan sisa uang tunai sebesar Rp 600 ribu yang kemudian disita sebagai barang bukti.
Pelaku Residivis, Pernah Lakukan Modus Serupa
Lebih lanjut, polisi mengungkapkan bahwa ZK merupakan residivis kambuhan. Pelaku sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam kasus tindak pidana kekerasan seksual dan diketahui telah beberapa kali melakukan penipuan dengan modus serupa.
“Pelaku ini sudah pernah melakukan penipuan sebelumnya, termasuk di wilayah Kecamatan Sukoharjo,” ungkap AKP Ramon.
Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolsek Pringsewu Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku kami jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan Pasal 486 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” pungkasnya.






