• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Senin, Maret 2, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Ketika Puisi Menjadi Jalan Pulang: Kisah Fitria Novita Rahma di Panggung Sastra Lampung

Melda by Melda
15/01/2026
in Bandar lampung, REDAKSI
Ketika Puisi Menjadi Jalan Pulang: Kisah Fitria Novita Rahma di Panggung Sastra Lampung

SAIBETIK- Suasana Teater Tertutup Taman Budaya Lampung berubah menjadi hening penuh perasaan saat penyair muda asal Desa Palas Jaya, Fitria Novita Rahma, melantunkan puisi pembuka dalam acara Bedah Buku Kota Kelabu, Kamis (15/1/2026). Dengan suara tenang namun menghunjam, Fitria menghadirkan puisi yang bukan sekadar rangkaian kata, melainkan kesaksian hidup tentang luka, ketabahan, dan harapan yang bangkit dari keterbatasan.

Penampilan Fitria menjadi salah satu momen paling emosional dalam agenda sastra tersebut, sekaligus menegaskan bahwa sastra Lampung terus melahirkan suara-suara baru yang autentik dan menggugah.

Puisi sebagai Suara Kehidupan dari Palas Jaya

Berasal dari Desa Palas Jaya, Lampung Selatan, Fitria Novita Rahma tumbuh jauh dari hiruk-pikuk pusat kesenian. Namun, keterbatasan geografis tak membatasi kedalaman batinnya dalam meresapi kehidupan.

BeritaTerkait

Jalan Panjang Kepenyairan Udo Z Karzi Bermula dari Smanda

Ketika Bahasa Jadi Objek Kritik, Puisi Reflektif Ini Sentil Relasi Sosial

Puisi yang ia bacakan pada Bedah Buku Kota Kelabu menggambarkan perjalanan manusia menghadapi kehilangan, keterasingan, dan upaya berdamai dengan keadaan. Penonton larut dalam suasana, menyimak setiap bait yang terasa jujur dan personal.

Banyak hadirin menilai, kekuatan puisi Fitria terletak pada kejujuran pengalaman hidup yang ia sampaikan tanpa berlebihan, tetapi tepat mengenai rasa.

Luka, Kecelakaan, dan Jalan Sunyi Menuju Sastra

Di balik penampilannya yang tenang di atas panggung, Fitria menyimpan kisah hidup yang tidak ringan. Sebuah kecelakaan besar pernah mengubah jalan hidupnya secara drastis. Peristiwa itu memaksanya berhadapan dengan kenyataan baru yang penuh keterbatasan, sekaligus ujian mental dan emosional.

Dalam kondisi itulah, puisi hadir sebagai ruang penyembuhan. Kata-kata menjadi tempat Fitria menumpahkan rasa sakit, ketakutan, hingga harapan yang perlahan ia bangun kembali.

“Puisi membuat saya bisa berbicara tanpa harus menjelaskan segalanya,” ungkap Fitria usai tampil.

Peran Pendamping: Pemulihan yang Menyentuh Batin

Proses bangkit Fitria tidak berjalan sendiri. Ia didampingi Mardiah Ningsih, seorang praktisi kesehatan yang berperan penting dalam pemulihan fisik dan mentalnya. Pendampingan tersebut bukan sekadar hubungan profesional, tetapi berkembang menjadi ikatan empati dan kepercayaan.

Mardiah memastikan Fitria tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga kembali percaya pada dirinya sendiri dan pada mimpi-mimpinya.

“Pemulihan itu bukan hanya soal tubuh, tetapi soal keyakinan bahwa hidup tetap bermakna,” kata Mardiah.

Bedah Buku Kota Kelabu dan Ruang Aman bagi Penyair Muda

Acara Bedah Buku Kota Kelabu menjadi ruang aman bagi para penulis dan penyair muda Lampung untuk menyuarakan pengalaman hidup mereka. Forum ini tidak hanya membedah karya secara akademis, tetapi juga merayakan proses kreatif yang lahir dari pergulatan personal.

Kehadiran Fitria Novita Rahma memperkaya diskusi, menunjukkan bahwa sastra mampu menjembatani pengalaman individu dengan kesadaran kolektif.

Sastra sebagai Jalan Hidup dan Perlawanan Sunyi

Bagi Fitria, puisi bukan sekadar karya seni, melainkan jalan hidup. Melalui sastra, ia memperjuangkan hak untuk bersuara, untuk dilihat, dan untuk diakui sebagai manusia seutuhnya.

Dari Palas Jaya hingga panggung Taman Budaya Lampung, perjalanan Fitria menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Justru dari luka itulah lahir puisi yang jujur, kuat, dan menggetarkan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: * Bedah Buku Kota Kelabu* Puisi dan Ketabahan* Sastra Lampung* Taman Budaya LampungFitria Novita RahmaPenyair Muda LampungRegenerasi Sastra
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bedah Buku di Taman Budaya Lampung Ditutup Aksi Puisi Isbedy Stiawan ZS dan Putrinya

Next Post

SAE Lapas Kalianda Panen Ikan dan Sayuran, Wujud Pembinaan Produktif Warga Binaan

Next Post
SAE Lapas Kalianda Panen Ikan dan Sayuran, Wujud Pembinaan Produktif Warga Binaan

SAE Lapas Kalianda Panen Ikan dan Sayuran, Wujud Pembinaan Produktif Warga Binaan

Isu Monopoli Proyek dan Etika Pejabat Bayangi Tata Kelola Pemerintahan Palembang

Isu Monopoli Proyek dan Etika Pejabat Bayangi Tata Kelola Pemerintahan Palembang

Dana Desa Berkurang, Desa Trimulyo Fokus pada Prioritas Pembangunan dan Pemberdayaan

Dana Desa Berkurang, Desa Trimulyo Fokus pada Prioritas Pembangunan dan Pemberdayaan

KDMP Trimulyo Pindah Lokasi, Sekolah dan Warga Lega

KDMP Trimulyo Pindah Lokasi, Sekolah dan Warga Lega

Pengawasan Daerah di Lampung Diperkuat, Inspektorat Jadi Garda Terdepan

Pengawasan Daerah di Lampung Diperkuat, Inspektorat Jadi Garda Terdepan

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Keteladanan Zeffry, Bendahara GEMIRA Lampung dalam Melayani Umat

Keteladanan Zeffry, Bendahara GEMIRA Lampung dalam Melayani Umat

01/03/2026
Suasana Haru Buka Puasa 1.000 Ojol PD GEMIRA Lampung, Pemenang Umrah Disambut Antusias

Suasana Haru Buka Puasa 1.000 Ojol PD GEMIRA Lampung, Pemenang Umrah Disambut Antusias

01/03/2026
Warung di Natar Jadi Sasaran Pencurian, Pelaku Ditangkap Polisi

Warung di Natar Jadi Sasaran Pencurian, Pelaku Ditangkap Polisi

28/02/2026
Di Bulan Ramadhan, Sat Polairud Lampung Selatan Berikan Bantuan untuk Nelayan

Di Bulan Ramadhan, Sat Polairud Lampung Selatan Berikan Bantuan untuk Nelayan

28/02/2026
Eva Dwiana Dinilai Abaikan Pendidikan, Siswa SMA Siger Terlantar

Eva Dwiana Dinilai Abaikan Pendidikan, Siswa SMA Siger Terlantar

28/02/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved