SAIBETIK- Pengelolaan anggaran miliaran rupiah di BLUD Puskesmas Segala Mider, Bandar Lampung, menyisakan tanda tanya besar. Kepala puskesmas tak pernah bisa ditemui, meski tim liputan berulang kali mencoba meminta klarifikasi.
Keterbukaan Anggaran Publik Masih Menjadi Tantangan
Selama hampir sepekan, tim liputan Lampung Insider mendatangi Puskesmas Segala Mider untuk meminta klarifikasi terkait pengelolaan anggaran BOK dan BLUD senilai Rp2,8 miliar. Hasilnya tetap sama: Kepala Puskesmas, dr. Destriana, tak bisa ditemui.
Kedatangan pertama pada Jumat, 2 Januari 2026, tim hanya bertemu staf pelayanan yang menyebut kepala puskesmas sedang cuti. Hari kedua, Senin, 5 Januari 2026, staf administrasi dan Kepala Tata Usaha menyatakan dr. Destriana tidak di kantor.
Tim liputan kemudian mengajukan permohonan keterbukaan informasi publik berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008. Hingga Rabu, 7 Januari 2026, permohonan itu belum mendapat balasan.
Realisasi Anggaran BLUD dan BOK Masih Minim
Anggaran BLUD dan BOK sampai November 2025 baru terealisasi 50–60 persen. Tahun 2026, alokasinya mencapai Rp2,8 miliar, termasuk dana rumenirasi untuk tambahan pendapatan ASN dan non-ASN.
Selain itu, anggaran BLUD mencatat Rp370 juta lebih untuk barang dan jasa, namun kondisi fasilitas di puskesmas memperlihatkan banyak kekurangan: tempat sampah rusak, plafon jebol, dan pagar ruang tunggu berkarat.
Sulitnya Akses Informasi Mendorong Pengawasan Eksternal
Staf puskesmas enggan menjawab pertanyaan tim liputan soal distribusi anggaran. “Enggak tahu, kami enggak tahu,” ujar dua pegawai saat dimintai keterangan.
Dengan sulitnya akses informasi, DPRD dan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung diharapkan memastikan pengelolaan BLUD Puskesmas Segala Mider sesuai prosedur, agar tidak terjadi penyimpangan. Apalagi, pendapatan BLUD berasal dari iuran BPJS, APBD, dan APBN, yang merupakan uang publik.***










