• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, Januari 2, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

SMA Siger Bandar Lampung dan Risiko Individualisme Anarkis Wali Kota

Melda by Melda
01/01/2026
in Bandar lampung, PENDIDIKAN
SMA Siger Bandar Lampung dan Risiko Individualisme Anarkis Wali Kota

SAIBETIK– Isu SMA swasta Siger kembali mencuat setelah Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dinilai menjalankan kebijakan yang cenderung menonjolkan individualisme anarkis. Sejak pertengahan 2025, sekolah tersebut telah beroperasi meski belum memperoleh izin resmi dari DPMPTSP maupun Disdikbud Provinsi Lampung, memicu perdebatan mengenai legalitas dan dampak sosial bagi peserta didik.

Fenomena ini dikaitkan dengan teori sosiologi Émile Durkheim tentang individualisme anarkis, yang menekankan perilaku individu yang menolak otoritas eksternal atau institusi sosial. Dalam konteks SMA Siger, praktik ini terlihat pada pengabaian sejumlah peraturan pendidikan, termasuk UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 dan aturan menteri terkait perizinan sekolah. Ketua Disdikbud Provinsi Lampung sebelumnya telah meminta penyelesaian administrasi, namun hingga akhir 2025, permintaan itu belum dipenuhi.

Menurut Durkheim, individualisme anarkis dapat memicu anomie, kondisi sosial di mana norma dan struktur moral melemah sehingga masyarakat kehilangan arah dan tujuan hidup. Pada kasus SMA Siger, anomie dapat terjadi karena wali murid dan peserta didik menaruh kepercayaan pada lembaga pendidikan yang secara formal belum diakui negara. Risiko ini antara lain berkaitan dengan validitas ijazah, kelanjutan studi, dan peluang kerja di masa depan, yang dapat menimbulkan ketidakpuasan dan frustrasi jangka panjang.

BeritaTerkait

Kebijakan Anggaran Eva Dwiana Dinilai Menyimpang dari Prioritas Publik

Alih Fungsi Terminal Panjang Jadi SMA Siger Tertahan

Wali murid yang mendaftarkan anak-anaknya mungkin belum sepenuhnya menyadari risiko tersebut. Meski kegiatan belajar mengajar berjalan normal selama tiga tahun, ketidakterdaftarannya dalam Dapodik berarti ijazah yang diterbitkan bisa menghadapi kendala legalitas. “Jika lembaga pendidikan beroperasi di luar kerangka hukum yang sah, maka peserta didik berpotensi kehilangan hak akademik formal mereka,” ujar pengamat pendidikan Lampung, Dr. Rudi Santoso.

Lebih lanjut, fenomena ini menimbulkan pertanyaan etis terkait hubungan antara kekuasaan lokal dan kepentingan pribadi. Beberapa analis menyebut keputusan ini bisa terkait dengan kedekatan keluarga, karena Eka Afriana, saudari Wali Kota Eva Dwiana, menjabat sebagai Kadisdikbud Kota Bandar Lampung. Situasi ini menimbulkan persepsi bahwa kebijakan publik dipengaruhi oleh kepentingan individual, bukan prioritas kesejahteraan masyarakat luas.

Kasus SMA Siger menunjukkan bagaimana kegagalan institusi sosial dalam menegakkan regulasi dapat memperluas ruang bagi praktik individualisme anarkis. Dampaknya tidak hanya terbatas pada ketidakpastian legalitas pendidikan, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, guru, dan lembaga pendidikan secara keseluruhan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menimbulkan ketidakstabilan moral dan sosial yang signifikan, terutama bagi generasi muda yang menjadi peserta didik di sekolah tersebut.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: AnomieDapodikDurkheimEva DwianaIndividualisme Anarkiskebijakan pendidikanPendidikan Bandar LampungRisiko AdministratifSMA SIGERWali Kota Bandar Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dua Penyair Satu Komal, Live TikTok Lancar Meski Hujan

No Result
View All Result

Berita Terbaru

SMA Siger Bandar Lampung dan Risiko Individualisme Anarkis Wali Kota

SMA Siger Bandar Lampung dan Risiko Individualisme Anarkis Wali Kota

01/01/2026
Dua Penyair Satu Komal, Live TikTok Lancar Meski Hujan

Dua Penyair Satu Komal, Live TikTok Lancar Meski Hujan

01/01/2026
Pringsewu Gelar PORKAB 2025, Fokus Pembinaan Atlet Daerah

Koni Provinsi Lampung Bantu Rp75 Juta untuk Porkab Pringsewu

01/01/2026
Pringsewu Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026

Pringsewu Gelar Doa Lintas Agama Sambut 2026

01/01/2026
BHC Harbour Fest Tutup Tahun dengan Kebersamaan dan Empati

BHC Harbour Fest Tutup Tahun dengan Kebersamaan dan Empati

01/01/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved