SAIBETIK– Benfica masih belum mampu mengembalikan magis Jose Mourinho di panggung Liga Champions, meskipun performa mereka di kompetisi domestik Portugal terlihat impresif. Menurut pengamat sepakbola Yusuf Burhani, yang berbasis di Bandar Lampung, untuk menghadirkan kembali aura juara sang “Special One”, Mourinho memerlukan tim yang memiliki kapasitas finansial dan kualitas pemain setara Newcastle United atau AC Milan.
Sejak awal karir kepelatihannya, Mourinho tercatat telah menghabiskan total anggaran transfer sebesar 33,8 triliun rupiah untuk merekrut pemain-pemain berbakat. Nama-nama legendaris seperti Didier Drogba, Di Maria, Mesut Ozil, Diego Milito, hingga Tammy Abraham pernah ia bimbing dan keluarkan ke panggung popularitas dunia. Ini menjadi indikasi bahwa Mourinho bukan sekadar pelatih yang mengejar pemain bintang, tetapi seorang arsitek yang mampu memaksimalkan potensi para pemain berbakat.
Sayangnya, Benfica bukan klub yang berprioritas pada transfer mahal. Mereka lebih fokus mengembangkan pemain muda dan menjaga stabilitas finansial klub. Yusuf Burhani menilai, kondisi ini membuat Benfica hanya menjadi batu loncatan bagi Mourinho untuk tetap eksis di Liga Champions. Fakta ini diperkuat oleh performa mereka dalam dua laga Liga Champions terakhir, di mana Benfica kalah telak 0-4 saat bertandang ke Inggris.
Situasi kontrak Mourinho juga menjadi ketidakpastian. Kontraknya di Benfica bisa saja berakhir lebih cepat andai Rui Costa, Presiden klub, kehilangan posisinya. Oleh karena itu, banyak pengamat menilai Mourinho membutuhkan klub dengan kapasitas dan ambisi yang sesuai dengan standar kepelatihannya.
Berikut sejumlah klub yang dianggap lebih cocok bagi Mourinho untuk mengembalikan magisnya di Eropa:
1. Newcastle United (Premier League)
Alasan Cocok: Newcastle kini didukung dana besar dari konsorsium Arab Saudi, namun masih membutuhkan pelatih dengan mental juara dan pengalaman Eropa untuk mengangkat prestasi mereka.
Kelebihan Mourinho: Pengalaman luas di Premier League dan Eropa, kemampuan membangun struktur tim, serta memperkuat pertahanan yang masih inkonsisten. Mourinho bisa menghadirkan mental juara dan disiplin taktikal yang dibutuhkan Newcastle.
2. AC Milan (Serie A)
Alasan Cocok: Milan memiliki sejarah besar dan reputasi yang kuat, namun memerlukan pelatih dengan kestabilan taktik dan kemampuan membangun karakter ruang ganti yang solid.
Kelebihan Mourinho: Berpengalaman sukses di Italia saat membawa Inter Milan meraih treble pada 2010. Filosofi permainan taktis dan mentalitas kompetitif Mourinho sangat cocok dengan kultur sepak bola Italia yang disiplin dan emosional.
3. Atlético Madrid (La Liga)
Alasan Cocok: Gaya permainan Atlético yang defensif solid, disiplin, dan penuh semangat juang mirip dengan filosofi Mourinho. Jika Diego Simeone memutuskan untuk hengkang, Mourinho bisa menjadi penerus alami.
Kelebihan Mourinho: Filosofi permainan defensif dan mentalitas juara sejalan dengan karakter Atlético. Keahliannya dalam mengelola ruang ganti dan membangun mental bertanding tim menjadikannya kandidat ideal.
Selain itu, Yusuf Burhani menekankan bahwa agar Mourinho bisa kembali menghadirkan magisnya di Liga Champions, ia juga membutuhkan kontrol penuh terhadap kebijakan transfer dan strategi tim. Klub yang membatasi ruang gerak sang pelatih dalam merekrut pemain potensial atau memaksimalkan sumber daya klub akan sulit membantunya meraih prestasi.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai liga top Eropa, Mourinho tetap menjadi pelatih spesialis juara. Namun, untuk menghadirkan kembali dominasi dan strategi klasiknya, ia membutuhkan klub dengan visi, sumber daya, dan ambisi yang sejalan. Benfica, dengan fokus finansial terbatas dan filosofi pengembangan pemain muda, nampaknya bukan panggung yang ideal untuk sang “Special One”.***










