• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Sabtu, Januari 17, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Memelintasi Waktu di Museum Tengah Kebun: Jejak Peradaban Indonesia

Dinda by Dinda
25/05/2024
in HIBURAN
Memelintasi Waktu di Museum Tengah Kebun: Jejak Peradaban Indonesia

SAIBETIK – Sebuah koridor hijau sepanjang 50 meter dan lebar 7 meter menghadirkan pengalaman yang menyerupai perjalanan melintasi dimensi waktu. Terletak di tengah-tengah hiruk-pikuk Jakarta, museum ini, dikelilingi oleh kehijauan yang jarang terlihat di kota ini, menawarkan suasana yang berbeda.

Atmosfer museum ini memang istimewa. Suasana yang alami dengan taman yang indah menciptakan ketenangan bagi pengunjung. Tanaman-tanaman hias yang terawat dengan baik semakin memperkuat suasana yang sejuk dan nyaman.

Namun, Museum di Tengah Kebun ini tidak seperti museum pada umumnya. Di balik keindahan taman bunga yang mengelilinginya, museum ini nyaris tersembunyi. Namun, di dalamnya terdapat lebih dari 4.000 artefak yang memiliki jejak sejarah panjang dari peradaban bangsa, menawarkan pengalaman seperti berada dalam mesin waktu.

BeritaTerkait

No Content Available

Awalnya, bangunan ini adalah rumah milik almarhum Sjahrial Djalil, seorang pengusaha dan tokoh periklanan Indonesia. Koleksi pribadinya yang mencapai hampir 4.000 artefak, dikumpulkan selama 42 tahun dari berbagai belahan dunia, terutama dari lelang internasional seperti Balai Lelang Christie di Jenewa, Swiss.

Kecintaannya terhadap barang-barang antik asli Indonesia mendorongnya untuk mengumpulkan dan mengembalikan artefak bersejarah Indonesia yang tersebar di luar negeri. Dari Hongkong hingga Amerika, ia menjelajah lebih dari 63 negara untuk mencari dan mengembalikan benda-benda berharga tersebut.

Sejak tahun 2009, Museum di Tengah Kebun ini telah dibuka untuk umum, menyajikan edukasi tentang kebudayaan Indonesia tanpa dipungut biaya. Mengunjungi museum ini bukan hanya membangkitkan kebanggaan akan kekayaan budaya Indonesia, tapi juga memungkinkan pengunjung merasakan atmosfer yang unik dan menenangkan.

Dengan taman yang hijau dan desain bangunan yang kental dengan nuansa kebudayaan Indonesia, museum ini menjadi tempat yang populer di kalangan milenial Jakarta. Spot-spot menarik di dalam maupun di luar museum sering menjadi latar belakang foto yang diunggah di media sosial, menambah daya tariknya sebagai destinasi wisata.

Pengalaman di Museum Tengah Kebun bukan hanya tentang jejak sejarah, tetapi juga tentang merasakan kedamaian di tengah kesibukan kota besar. Dengan struktur bangunan yang unik dan penempatan artefak yang menarik, museum ini menjadi destinasi yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.***

Source: MEZA SWASTIKA
Tags: DimensiMuseumTengah Kebun
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mengenang Kota Kiev: Patung Anna de Kiev di Taman Cattleya, Simbol Persahabatan Jakarta-Ukraina

Next Post

Lampura: Hamartoni Memimpin, Ardian Saputra Terpinggirkan?

Next Post
Lampura: Hamartoni Memimpin, Ardian Saputra Terpinggirkan?

Lampura: Hamartoni Memimpin, Ardian Saputra Terpinggirkan?

Tak Tertarik Maju Pilkada: Sulfakar Kembali ke Jalur Birokrasi

Tak Tertarik Maju Pilkada: Sulfakar Kembali ke Jalur Birokrasi

Aries Sandi Lebih Diunggulkan Ketimbang Nanda Indira dalam Pilkada Pesawaran

Aries Sandi Lebih Diunggulkan Ketimbang Nanda Indira dalam Pilkada Pesawaran

Dhirpa Siap Bertanding dengan Parosil di Pilkada Lambar 2024

Dhirpa Siap Bertanding dengan Parosil di Pilkada Lambar 2024

 Buku Puisi Kota Cahaya Diterbitkan Ulang di Platform Lentera

 Buku Puisi Kota Cahaya Diterbitkan Ulang di Platform Lentera

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Pengawasan Daerah di Lampung Diperkuat, Inspektorat Jadi Garda Terdepan

Pengawasan Daerah di Lampung Diperkuat, Inspektorat Jadi Garda Terdepan

16/01/2026
KDMP Trimulyo Pindah Lokasi, Sekolah dan Warga Lega

KDMP Trimulyo Pindah Lokasi, Sekolah dan Warga Lega

16/01/2026
Dana Desa Berkurang, Desa Trimulyo Fokus pada Prioritas Pembangunan dan Pemberdayaan

Dana Desa Berkurang, Desa Trimulyo Fokus pada Prioritas Pembangunan dan Pemberdayaan

16/01/2026
Isu Monopoli Proyek dan Etika Pejabat Bayangi Tata Kelola Pemerintahan Palembang

Isu Monopoli Proyek dan Etika Pejabat Bayangi Tata Kelola Pemerintahan Palembang

16/01/2026
SAE Lapas Kalianda Panen Ikan dan Sayuran, Wujud Pembinaan Produktif Warga Binaan

SAE Lapas Kalianda Panen Ikan dan Sayuran, Wujud Pembinaan Produktif Warga Binaan

16/01/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved