oleh

Raih Penghargaan Terbaik Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman, SMPN 7 Bandar Lampung Maju Tingkat Nasional

BANDAR LAMPUNG – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Bandar Lampung kembali meraih penghargaan terbaik tingkat Provinsi, dalam program jajanan anak usia sekolah yang aman dari bahan pangan berbahaya.

Penghargaan diberikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampung kepada pihak sekolah, dan disambut baik Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, di ruang rapat Wali Kota, Rabu (29/9/2021).

Kepala Balai BPOM Lampung Sukriadi Darma menjelaskan pemberian penghargaan kepada SMP Negeri 7 Bandar Lampung itu, ada 5 program unggulan, antara lain forum informasi konsultasi gizi dan kesehatan remaja, netizen kepo untuk ngecek expired izin edar kemasan, Netizen kepo, Jas Pangan, dan lainnya.

“Setelah melakukan intervensi dari setiap sekolah di 15 Kabupaten Kota, kami menetapkan bahwa SMP 7  adalah sekolah dengan penyediaan pangan jajanan sekolah terbaik di Kota Bandar Lampung juga seProvinsi Lampung,” ungkap Sukriadi.

Oleh karena itu, kata Sukriadi, SMP N 7 akan didampingi untuk mewakili Provinsi Lampung pada kejuaraan tingkat Nasional di Jakarta kategori pangan jajanan anak sekolah aman, pada tengah bulan Oktober 2021 mendatang.

“Kami memutuskan bawah SMP 7 itu adalah sekolah yang akan mewakili Provinsi Lampung ditingkat nasional, karena kami juga telah mendampingi SMP 7 dr sejak 2009 kami intervensi,” kata dia.

Indikator penilaian jajanan anak sekolah aman sehingga ditetapkan menjadi terbaik, dilakukan melalui lintas instansi, Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pendidikan di Kota Bandar Lampung dan stakeholder yang terkait.

“Selain itu jiga ada keaktifan dari komunitas sekolah, yang terdiri dari siswa, orangtua siswa, guru untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap pangan jajanan yang mengandung bahan berbahaya. Dan komitmen walikota yang memberikan pengarahan dan support,” ujarnya.

Sementara intervensi jajanan anak sekolah sejak  pandemi Covid-19 dilakukan kerjasama dengan Netizen Kepo untuk memantau jajanan layak konsumen dan batas expired, serta agen jajanan anak sekolah sandang pangan aman (Jaspangan).

“Saat pandemik anak anak tidak sekolah, intervensi lebih luas lagi ke wilayah sekitar, dimana anak bisa mendapatkan jajanan itu, dan bagaimana peran orang tua, dan hasilnya ini dikembalikan ke satgas sekolah. Inovasi yang baik sekolah, orangtua siswa, dan organisasi kesiswaan itu juga termasuk penilaian yang membuat SMP 7 ditetapkan terbaik,” paparnya.

Kepala Balai BPOM Lampung Sukriadi Darma (kiri), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung I Kadek Sumartha (kanan) / Foto Saibetik.com

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung I Kadek Sumartha menjelaskan untuk persiapannya kompetisi tingkat nasional sudah hampir 90%, dan saat ini tim hanya menunggu kedatangan tim survey dari Jakarta.

“Kami membina SMPN 7 sejak tahun 2009 bukan jajanan sekolah yang sudah jadi, tapi dari bahan pembuatannya kami teliti layak tidak untuk dijadikan pangan anak sekolah. Dan dinas pangan ini punya alat tersendiri untuk mengetes bahan makanan, di perkuat dengan kerjasama pihak BPOM,” kata Kadek.

Pembinaan tersebut juga terus dilakukan menyeluruh ke sekolah di Bandar Lampung mulai dari PAUD, TK dan SD serta SMP.

“Sejak diberlakukannya lagi tatap muka ini kami mulai lagi dengan Balai BPOM dan kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung,” pungkasnya.

Laporan Siska Purnama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed